Dia Lagi

Tadi malam, kira-kira jam 12, HP cdma-ku bunyi. Ada yang nelfon, dilayar terlihat si I dan 3 huruf dibelakangnya, yang merupakan nama panggilannya dimasa kecil. Seketika itu aku bangun dan mengangkat telfonnya. Kata pertama yang kudengar”Kamu udah tidur ya?”, lalu kujawab”Iya”, pendek. Dia berkata lagi, “Tar aku telfon lagi yah, aku mau masukin motor dulu”. Klik. Ditutup.

Aku melangkah ke arah laci lemari dimana aku menyimpan charger karena kulihat batere hape tinggal satu lagi. Aku yakin dia bakal nelfon minimal 1 jam karena qta pake satu provider. Lalu dengan cueknya akupun meneruskan tidur sambil nunggu dia nelfon lagi. Beberapa menit kemudian dia nelfon dan bertanya hal yang sama “Kamu udah tidur ya?”, kujawab “Iya, tapi gak apa2,kok”.

Setelah itu dia malah bertanya “Besok kamu kerja?”. kujawab “Iya”. “Masuk kerja jam berapa? tanyanya lagi. ” Jam 9″. Udah itu hening lalu akulah yang memulai berbasa-basi menanyakan kabar dia, ibunya dan keluarganya yang lain. Lalu setelah beberapa lama pembicaraan pun beralih dan dia bertanya “Kamu sekarang udah punya cowok?”. Akupun menjawab “Iya, udah”. “Temen sekantor?”. “Bukan, orang luar” jawabku. “Luar angkasa?”. “Hahahaha” akupun tertawa hambar. “Bukan, aku gak sekantor sama dia, dia kerja di perusahaan minuman” kataku, panjang lebar. Aku balik bertanya “Kalau kamu gimana?”. Dia menjawab “Kamu mau jawaban jujur atau bohong”. “Iya jujurlah”.  Dan berceritalah dia tentang hubungannya dengan pacarnya yang baru selepas putus denganku. Sedikit banyak dia malah mengenang saat kita dulu masih berhubungan. Waktu dia mulai mengenang itu aku bilang “Udah ah jangan ngomongin itu lagi”. Terus terang aku kesal dan apa maksudnya dia mengungkit kenangan lama. Dia curhat kalau ceweknya, menurutnya, udah berubah,bla..bla..bla..

Aku yakin aku adalah mantannya yang masih suka dia telfon dan ajak ngobrol. Aku tahu dia butuh teman bicara dan curhat selain kakaknya. Karena dia adalah tipe orang yang agak tertutup bahkan sama temen dekat lelakinya. Aku juga gak ngira kita masih bisa berhubungan baik, mungkin karena aku dulu kenal, malah satu kantor sama almarhum Bapaknya. Kenal sama beberapa sepupu dan saudaranya yang lain. Jadi dia masih percaya sama aku.

Satu hal mesti kamu tau, bahwa sampai sekarang aku belum punya pengganti kamu. memang ada orang yang ingin kudekati, namun aku juga masih harap-harap cemas karena takut orang yang bersangkutan udah punya pasangan. Aku bohong sama kamu karena kalau gak gitu, seperti dulu kau senang menggoda aku! Dan jujur aja aku gak suka!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s