Sepertinya Jumlah Pedagang di Indonesia Bertambah Pesat?

Tak tahulah berapa jumlah akurat pedagang Indonesia sekarang ini, pasti lebih dari satu juta, mungkin bertambah lagi mulai detik ini karena banyak temen sekolah dulu punya side job sebagai pedagang.

Aku salut sama mereka yang ditengah kesibukannya masih menyempatkan berjualan, padahal saya yakin mereka hanya sekedar cari tambahan aja, karena sebagian besar dari mereka berpenghasilan lebih dari cukup. Bahkan diantaranya ada yang berprofesi sebagai PNS yang gajinya tiap tahun selaluuuuuuu aja naik. Tanpa mandang kinerja baik atau gak! *hahaha…ngiri nih judulnya!.

Tapi ada juga yang benar-benar membutuhkan penghasilan tambahan karena gaji sebagai pegawai swasta dirasa kurang.

Bukannya apa atau gimana atau gimana apanya,hehe… Jujur aja aku agak malessss kalau ada temen lama, tiba-tiba sok akrab, tiba-tiba nelfon atau sms tapi ujung-ujungnya nawarin barang atau malah ditawarin buat jadi re-seller. Helooooooo…waktu belum jadi tukang jualan apakah anda2 semua mengingat saya???

Memang tidak ada unsur paksaan atau apa, malah terkadang kalau aku lagi perlu sesuatu dan barang yang ditawarkan memang ternyata yang aku perlukan, gak segan-segan aku beli.

Tulisan ini hanya mau ngingetin aja, kalau sama temen jangan hanya inget pas mau nawarin barang jualan tapi ingatlah selalu saat biasa-biasa aja… Dan tulisan ini aku bikin sama sekali bukan untuk mendiskreditkan pihak-pihak tertentu, peace 🙂

Akhirnya…….

Akhirnya,,,,bisa juga posting lewat netbook, setelah install firefox versi paling baru. Pas awal-awal aku heran kenapa gak bisa ngetik disini.  Maksudku…bisa ngetik tapi hurupnya pada gak keliatan. Karena penasaran maka aku coba buat log in lagi, klik new post, masih tetep gak bisa. Terus pas yang ketiga kalinya aku coba log in, klik lagi new post terus keluar perintah buat nginstall firerox terbaru, yaudah aku ikutin walalupun makan waktu lumayan lama karena kecepatan koneksi internet berkurang.

Dan sekarang, akhirnya bisa juga posting lewat netbook, hah, lega! hehe, dasar ndeso ya aku!

Sabu (Sarapan Bubur)

Pagi-pagi sabu..tiap hari sabu…

Diatas tadi petikan lagu milik Alam-Sabu (Sarapan Bubur), udah sekitar dua minggu ini sarapan dirumah bubur ayam melulu. Bukannya gak ada ide lain buat sarapan cuma kita sekeluarga lagi demen makan bubur. Biasanya sih diselingi roti, gorengan sama leupeut (lontong), biskuit, nasgor atau apapun makanan yang ada dirumah,hehe..

Bubur yang kita makan adalah buatan ibuku sendiri . Rasa bubur ayam buatannya gak kalah enak kalau kita beli diluar. Soalnya ibuku sebisa mungkin kalau bahannya ada semua, dibuat seperti bubur ayam yang biasa dijual.

Biarpun sama-sama buburnya berwarna putih tapi bubur buatan ibuku sedikit beda. Beliau membuat bubur dari nasi. Jadi nasi dari magic jar tinggal dimasukin ke panci yang berisi air mendidih lalu dimasak sekitar beberapa menit maka jadilah bubur. Cara ini menurutku lebih efisien dibandingkan bila membuat bubur dari beras yang bisa memakan waktu sangat lama. Rasanyapun sama.

Jadi kalau ada sisa nasi yang kemaren dan masih bagus, daripada dibuang mending dibuat bubur.

Bahan pelengkapnya sama kayak di tukang bubur ayam biasa. Suwiran ayam, cakue, bawang goreng, telur, kerupuk, merica dan kecap manis.

Oia guys, sekarang ini mesti hati-hati kalau makan bubur ayam diluar karena hari sabtu tanggal 14 Mei 2011 di salah satu TV swasta disiarkan bubur ayam yang mengandung boraks atau bleng yang berbahaya bagi kesehatan. Si pedagang bubur beralasan supaya buburnya cepat matang, kentalnya stabil juga kelihatan selalu baru biar pelanggannya tertarik. Terus biar gak cepet basi juga.

Duhhh…walaupun alasannya masuk akal tapi kalau dikonsumsi terus menerus oleh kita, kan bahaya! Gak kebayang kalau bubur yang mengandung boraks dimakan oleh orang sakit. Bukan sembuh tapi malah tambah sakit kali. Lebih serem kalau dimakan sama bayi atau balita. Gimana gedenya nanti kalau dari kecilnya makanan yang mereka makan mengandung zat berbahaya.

Mie ABC cup versus POP Mie

Ngomongin makanan, buatku gak akan pernah ada habisnya! Mungkin ini karena aku bershio babi menurut perhitungan kalender China, dan katanya orang bershio babi pasti suka makan, sesuai dengan babi yang endut? Hahaha..gak tauk deh, itu cuma katanya, lho!

Menu mie sebagai makanan pengganti nasi untuk orang Indonesia merupakan makanan yang gak asing. Kadang malah kita menjadikan mie sebagai teman makan nasi, dijadiin lauknya. Padahal secara ilmu kesehatan karbo ketemu karbo kurang bagus buat kesehatan karena penumpukan karbo yang berlebihan dan tidak terbakar akan menjadi lemak dalam tubuh. Yahhh..yang penting enak sih, mau mie aja atau ditambah nasi gak masalah!

Mie yang bakal aku omongin kali ini perbandingan antara Mie ABC Cup ‘melawan” Pop Mie. Kedua merek tersebut berasal dari perusahaan yang berbeda. Ide membuat tulisan mengenai kedua merek mie instan dalam mangkok plastik ini muncul setelah dua hari ini aku makan mie instan cup sebagai menu makan siang. Alasannya supaya praktis dan hemat! Hehe.. 😛

Sebagai orang asia yang doyan makan mie instan aku dulu sangat setia terhadap Pop Mie namun sejalan dengan kata hati yang selalu ingin mencoba makanan baru, selama masih halal pasti hasrat mencobapun muncul. Salah satunya ingin mencoba produk dari ABC President sebagai produsen Mie ABC Cup (MAC).

Menurutku, sih, iklan MAC gak segencar POP Mie yang ngeluarin tampilan baru pada produk-produknya malah ada hadiahnya segala bila kita beruntung, yang bisa dilihat dari kemasan bumbu yang ada didalamnya.

MAC sendiri aku lihat hanya beberapa kali pasang iklan di televisi. Aku sendiri ingin mencoba MAC lantaran liat di rak supermarket ketika belanja bulanan di supermarket. Aku dan adikku biasanya bertugas membeli kebutuhan bulanan, berhubung uangnya dari kantong kita sendiri maka setelah semua kebutuhan bulanan ada di troley  maka giliran kita berdua yang bebas ingin beli apa, banyaknya sih, makanan! hehe… Soal makanan, aku ama adikku kompak.

Yuk, ah langsung bahas, basa basi busuknya cukup sekian.

Pertama MAC, kemasannya kayak gini nih,

Kemasannya menggunakan plastik untuk yang mie kuahnya sedangkan yang mie gorengnya pake styrofoam. Padahal kenapa gak semuanya pake plastik ya? Lebih tahan lama plastik daripada styrofoam walaupun dari segi kesehatan sama-sama berbahaya karena keduanya bila dipakai untuk makanan panas maka zat kimia yang terdapat dalam plastik/styrofoam bisa ikut larut dalam makanan yang kalau dikonsumsi terus menerus bisa menyebabkan penyakit. Setau aku sih gitu (search di Google lalu baca artikel Keamanan Pangan Kemasan Plastik dan Styrofoam) tapi atas nama kepraktisan, so..sedikit bahaya, mungkin, gak apa-apa,he!

MAC hanya memproduksi satu jenis ukuran, yaitu berisi 60 Gram (kuah), 80 Gram (goreng). Rasanya ada Kari Ayam, Ayam Bawang, Seafood, Gulai Ayam Pedas, Semur Ayam Pedas & Sop Tomat Pedas. Kalau yang goreng hanya ada dua rasa, rasa spesial dan ayam pedas limau.

Nah, kalu POP Mie semua kemasannya, baik mie kuah maupun gorengnya menggunakan kemasan styrofoam. Rasanya ada Ayam Spesial, Baso Spesial, Ayam Bawang, Ayam, Soto Ayam, Baso, Kari Ayam (si Ayam di panggil berkali-kali di POP Mie, ngetop banget nih!Hehe..). Mie gorengnya hanya ada dua rasa, goreng spesial & goreng pedas. Isinya 56 gram untuk yang kuah, yang gorengya gak tahu karena sumbernya susah agak susah dicari. Terus ada kemasan Mini. Cocok buat kita yang lagi diet. Waktu masih dikantor yang lama POP Mie mini sering jadi menu makan siang pas lagi gak punya duit!

Saatnya membandingkan rasanya, beberapa tahun yang lalu rasa POP Mie masih enak, bumbunya masih terasa, terutama yang rasa Baso Spesial. Menurutku rasa inilah yang paling enak! Terenak kedua yaitu Rasa Soto Ayam. Namun sekarang, kok bumbunya kurang terasa serta Mie-nya menurutku terlampau banyak, jadi bikin bosen.

Rasa MAC lebih terasa, entah karena masih baru karena mereka meluncurkan kemasan baru atau akan begitu selamanya. Mudah-mudahan sih kayak gitu. Kadang banyak produsen yang udah barangnya laku tapi kualitasnya suka berkurang. Aromanya lebih harum dibandingkan POP Mie, apalagi yang punya aroma kuat seperti rasa semur serta gulai. Mie gorengnya juga enak!

Kesimpulannya saya lebih memilih MAC dibandingkan POP Mie walaupun POP Mie lebih unggul di varian rasa serta kemasan yang lebih atraktif yang dikhususkan untuk anak muda. Dari segi harga gak jauh beda, lebih mahal MAC beberapa perak, lah. Mungkin karena kemasan yang menggunakan plastik yang lebih tahan lama dibandingkan styrofoam. Kalau kamu?

Angkot

Biasanya kalau berangkat kerja aku bareng papaku, kalau pulangnya kadang bareng adek kadang naik angkot. Seringnya sih naik angkot. Ritual naik angkot, menurutku bukan hanya sekedar salah satu cara atau media untuk sampai ditempat tujuan namun lebih luas dari itu.

Banyak hal yang bisa kita perhatikan dan dapatkan saat didalam angkot, apalagi angkot yang penuh penumpang dengan beragam latar belakang. Ada pelajar, orang tua, pekerja, mahasiswa bahkan orang stress atau orang gila! Berbagai macam orang bisa ada dalam angkot.

Menurut pengamatanku sekarang ini banyak sopir angkot yang ‘stress’ karena makin sepinya penumpang, jalanan rusak hingga kemacetan. Mereka seperti sangat berambisi untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya penumpang dengan mengesampingkan banyak hal penting, salah satu diantaranya keselamatan para penumpang. Beberapa sopir, mau masih muda ataupun bapak-bapak sering mengemudikan angkotnya dengan kecepatan tinggi agar cepat dapat penumpang atau mengejar rekan sesama sopir angkot agar penumpang menaikki angkotnya. Atau demi menghindari kemacetan mereka rela melawan arus, atau menghabiskan badan jalan supaya terbebas dari antrian kendaraan.

Seperti pengalamanku kemarin sore saat menaiki angkot jurusan Sadang Serang-Caringin, dia ngebut hampir sepanjang jalan karena ingin mengejar temannya dan juga dia marah karena ada penumpang yang ingin naik angkot jurusan Sadang Serang-Caringin  hanya tidak ingin menaiki angkot dia (milih-milih angkot). Dia nyetirnya kayak orang kesetanan. Saat itu didalam angkot hanya ada dua penumpang, aku sama cewek seumur aku juga. Si cewek udah ngomel tapi si sopir angkot tak bergeming!Kalau aku sendiri, diem aja sih walaupun dalam hati ngedumel.

Turun dari angkot Sadang Serang -Caringin aku masih harus naik satu kali angkot lagi, yaitu jurusan Cijerah-Sederhana. Ketika aku naik aku langsung memilih duduk di bangku untuk 7 orang. Di bangku lima orang sudah ditempati 3 orang. Dua orang posisinya agak diujung bangku duduknya sedangkan satu lagi, seorang kakek duduk dekat pintu masuk, jadi ditengah bangku mereka ada celah untuk satu penumpang. Beberapa saat kemudian ada penumpang yang naik, biarpun ada penumpang lagi, si kakek tidak mau sedikitpun bergeser, padahal dia juga turunnya masih lama.

Memang sih sekarang ini banyak orang yang tidak mau duduk diujung dekat jendela belakang, inginnya duduk dekat pintu biar gampang turun alasannya (aku juga kadang melakukan hal yang sama). Padahal kalau dipikir lagi, kita banyak merugikan orang lain jika kita tidak mau mengalah kepada penumpang yang baru naik. Orang jadi susah untuk masuk angkot, angkot akan terlihat penuh padahal diujungnya kosong yang membuat sopir suka jadi marah, kitapun akan jadi sasaran kemarahan orang lain karena perbuatan kita.  Tapi meskipun banyak kerugian yang tidak kita sadari, masih banyak saja yang berbuat seperti itu.

Breadtalk vs Cizz Cake

Beberapa bulan yang lalu aku pernah beli a slice of cheese cake di Breadtalk cabang Istana Plaza, Jl. Pasirkaliki, Bandung. Cheese cake yang dijual eceran ini rasanya hanya ada blueberry. Satu potongnya kalau gak salah harganya masih Rp. 14.000.-, kalau sekarang gak tahu berapa.

Breadtalk Cheese cake

Aku bawa pulang dan dibungkus dengan kardus putih mini yang bisa ditenteng. Begitu nyampe rumah aku gak sabar buat melahapnya. Pas masuk mulut,mmmm…yummy! Lembut banget dan gurihhhh*lebay gak sih? Tapi yang aku rasain memang seperti itu.

Pengennya sih nyobain rasa yang lain tapi yang dijual eceran/slice hanya satu rasa, mungkin kalau pesen bisa minta rasa yang lain. Hasil googling sih ada rasa orange, biskuit,dll.

Rasanya dari situ belum puas makannya, pengen beli lagi tapi tempatnya jauh!!! hehe…

Nah, dua hari yang lalu tepatnya hari minggu tanggal 8 Mei 2011, aku sama sepupuku, lala gak sengaja mampir ke Cizz Cake di Jl. Laswi No. 1A, deket perempatan Jl. A. Yani. Tadinya kita gak akan kesini, berhubung suami sepupuku pengen beli kaos bola di Stadion Siliwangi jadilah kita mampir.

Di Cizz Cake varian rasanya lebih banyak dibandingkan dengan di Breadtalk. Mungkin karena Cizz Cake memang toko spesialis menjual Cheese Cake meskipun menjual juga kue kering dan beberapa olahan dari keju.

Varian rasa yang bisa kita pilih yaitu : Cookies & Cream Cheese, Caramel, Tiramisu, Blackcurrant, Rum Raisin, Cake Brownies dan ada beberapa yang lainnya. Harga satu slicenya dibanderol Rp. 16.500,- . Sedikit lebih mahal dibandingkan dengan yang di Breadtalk. Menurut pengamatanku, sih, ukurannya memang lebih gede yang di Cizz Cake tapi dari segi rasa lebih enak buatan Breadtalk. Cheese cake di Cizz Cake kurang smooth, adonannya masih ada yang grinjul2 atau sedikit berbutir. Dari segi bentuk pun lebih rapi di Breadtalk.

Lala beli yang rasa Blackcurrant dan aku rasa Cookies and Cream Cheese. Yang Lala beli bukan di jual perslice tapi per cup (kayak tempat puding), diatasnya ada ganish satu buah anggur dan strawberry yang di iris tipis-tipis, lapisan jeli rasa strawberry, lalu lapisan creamcheesenya. Rasanya seger dan sangat terasa buah-buahannya. Rasanya creammy namun seger. Sedangkan yang aku bentuknya slice, tebal dan ada tiga lapis. Lapis pertamanya whipped cream yang sedikit dicampur dengan biskuit Oreo yang dihancurkan, lapis keduanya cream cheese yang masih ada adonan yang berbutir, lapis ketiga cake brownies tipis. Garnishnya biskuit Oreo setengah butir yang ditempel dibagian samping. Rasanya lumayanlah dan bikin kenyang juga.

Di Cizz Cake kita bisa makan ditempat karena disediakan tempat duduk. Mau dibawa pulang juga bisa, nanti dibungkus dengan plastik kotak transparan dan dikasih keresek putih dengan tulisan Cizz Cake kecil dibagian tengah.

Ah, jadi pengen makan cheese cake!!!

Note : Gambar diambil dari Google tapi saya tidak tahu dari situs apa, makasih ya 🙂

Wanita Perokok Aktif

Suatu malam minggu di suatu bulan di tahun 2011. Tepatnya aku gak inget kapan, aku janjian ketemuan sama temen kuiah dulu. Ling-ling sama Keju. Mulanya kita jalan-jalan di Mall setelah itu baru kita makan di Warung Ayam Pak Kolonel dari Amerika yang terletak di Jalan Dago, deket Superindo. Kalau ngaku barudak Bandung pasti taulah yang aku maksud dimana 🙂

Aku sama Keju makan, karena kebeneran kita capek and laper setelah keliling Mall tanpa beli apa2 karena kita emang lagi gak butuh apa2 sih,hehe.. Neng Ling-ling gak makan, dia hanya makan es krim sundae. Selesai makan kita nongkrong dulu disitu. Makin malam suasana makin ramai. Banyak anak muda janjian ketemuan disitu. Ada yang pacaran, makan bareng keluarga terus ada juga perkumpulan atau organisasi yang lagi ngumpul.

Aku perhatiin disekelilingku banyak cewek yang pada ngerokok. Dibelakang meja kita ada dua cewek asik ngobrol sambil udud, didepan meja kita, yang isinya kira2 ada lima orang cewek dan ada beberapa cowok, semuanya ngerorok. Kalau cowok ngerokok itu sih tak apa2, udah biasa namun yang aku lihat sekarang cewek juga udah mulai banyak yang ngerokok dibandingkan sama beberapa tahun yang lalu. Dari semua meja yang ada ceweknya, hanya meja kita dan beberapa meja aja yang gak ngerokok. Aku sendiri gak memandang rendah atau alergi terhadap cewek yang ngerokok. Beberapa temen dekat cewek aku juga ada yang ngerokok. itu sih hak asasi setiap orang, mau ngerokok atau gak.

Di Indonesia sendiri jumlah perokoknya merupakan terbesar ketiga di dunia setelah Cina dan India (Detik.com. 04/02/2011). Lebih dari 82 Juta penduduk Indonesia merupakan perokok aktif. Wanita sendiri di Indonesia yang merupakan perokok aktif berjumlah sekitar 2.1 juta orang. Jumlah ini tentunya akan terus meningkat seiring dengan sudah mulai permisifnya merokok bagi seorang wanita. Beberapa tahun yang lalu wanita merokok masih agak malu-malu tapi kalau sekarang sih, bebas-bebas aja.

Melihat dan mengetahui fakta ini aku merasa sayang aja. Karena kita semua udah tahu kalau rokok itu memiliki banyak zat berbahaya bagi tubuh, membuat kita terlihat 4 tahun lebih tua, membuat gigi kita kuning, bibir menghitam, dll. Banyak hal yang tidak menguntungkan lainnya. Namun malah banyak dari kaum kita yang makin menggandrungi rokok.

Sadar atau gak sadar, perokok aktif telah membuat kita perokok pasif (hanya menghisap asap dari perokok) kebagian kagak enaknya. Perokok pasif sendiri beresiko mengalami semua kerugian yang dialami perokok aktif.

Tapi pada akhirnya, seharusnya diciptakan rokok yang tidak berbahaya bagi perokok aktif maupun pasif. Orang yang ngarti kesehatan serta ilmuwan di dunia ataupun di Indonesia, kita harapkan bisa menciptakannya supaya kita semua senang. Si perokok masih bisa merokok & kita yang gak ngerokok pun gak akan kebagian gak enaknya! Setuju,kan?