Wanita Perokok Aktif

Suatu malam minggu di suatu bulan di tahun 2011. Tepatnya aku gak inget kapan, aku janjian ketemuan sama temen kuiah dulu. Ling-ling sama Keju. Mulanya kita jalan-jalan di Mall setelah itu baru kita makan di Warung Ayam Pak Kolonel dari Amerika yang terletak di Jalan Dago, deket Superindo. Kalau ngaku barudak Bandung pasti taulah yang aku maksud dimanađŸ™‚

Aku sama Keju makan, karena kebeneran kita capek and laper setelah keliling Mall tanpa beli apa2 karena kita emang lagi gak butuh apa2 sih,hehe.. Neng Ling-ling gak makan, dia hanya makan es krim sundae. Selesai makan kita nongkrong dulu disitu. Makin malam suasana makin ramai. Banyak anak muda janjian ketemuan disitu. Ada yang pacaran, makan bareng keluarga terus ada juga perkumpulan atau organisasi yang lagi ngumpul.

Aku perhatiin disekelilingku banyak cewek yang pada ngerokok. Dibelakang meja kita ada dua cewek asik ngobrol sambil udud, didepan meja kita, yang isinya kira2 ada lima orang cewek dan ada beberapa cowok, semuanya ngerorok. Kalau cowok ngerokok itu sih tak apa2, udah biasa namun yang aku lihat sekarang cewek juga udah mulai banyak yang ngerokok dibandingkan sama beberapa tahun yang lalu. Dari semua meja yang ada ceweknya, hanya meja kita dan beberapa meja aja yang gak ngerokok. Aku sendiri gak memandang rendah atau alergi terhadap cewek yang ngerokok. Beberapa temen dekat cewek aku juga ada yang ngerokok. itu sih hak asasi setiap orang, mau ngerokok atau gak.

Di Indonesia sendiri jumlah perokoknya merupakan terbesar ketiga di dunia setelah Cina dan India (Detik.com. 04/02/2011). Lebih dari 82 Juta penduduk Indonesia merupakan perokok aktif. Wanita sendiri di Indonesia yang merupakan perokok aktif berjumlah sekitar 2.1 juta orang. Jumlah ini tentunya akan terus meningkat seiring dengan sudah mulai permisifnya merokok bagi seorang wanita. Beberapa tahun yang lalu wanita merokok masih agak malu-malu tapi kalau sekarang sih, bebas-bebas aja.

Melihat dan mengetahui fakta ini aku merasa sayang aja. Karena kita semua udah tahu kalau rokok itu memiliki banyak zat berbahaya bagi tubuh, membuat kita terlihat 4 tahun lebih tua, membuat gigi kita kuning, bibir menghitam, dll. Banyak hal yang tidak menguntungkan lainnya. Namun malah banyak dari kaum kita yang makin menggandrungi rokok.

Sadar atau gak sadar, perokok aktif telah membuat kita perokok pasif (hanya menghisap asap dari perokok) kebagian kagak enaknya. Perokok pasif sendiri beresiko mengalami semua kerugian yang dialami perokok aktif.

Tapi pada akhirnya, seharusnya diciptakan rokok yang tidak berbahaya bagi perokok aktif maupun pasif. Orang yang ngarti kesehatan serta ilmuwan di dunia ataupun di Indonesia, kita harapkan bisa menciptakannya supaya kita semua senang. Si perokok masih bisa merokok & kita yang gak ngerokok pun gak akan kebagian gak enaknya! Setuju,kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s