“Always put yourself in other people’s shoes. If you feel that it hurts you, it probably hurts the other people, too”

Pernah denger quote tersebut?
Mungkin diantara kalian ada yang pernah dengar atau tahu. Kalau yang belum tahu, nah kalian sekarang tahu karena membaca posting ini.

Kalau diartikan ke Bahasa Indonesia secara bebas artinya ” selalu letakkan diri kita di sepatu orang lain. Kalau kita ngerasa kesakitan, mungkin orang lain juga akan merasa hal yang sama”.

Kata ‘sepatu’ disini bukan arti sepatu secara harfiah atau sebenarnya tapi sebagai perumpamaan. Dan bisa digantikan dengan ‘keadaan atau situasi”.

Aku bikin posting ini karena belakangan ini kalau naik angkot saya merasa di posisi ‘hurts” .  Kalau bingung apa kaitan hurts sama naik angkot, begini nih ceritanya…

Naik angkot sepulang kerja merupakan rutinitas sehari-hariku. Aku harus naik angkot dua kali untuk mencapai rumahku. Jarak kantor dari rumah kurang lebih sekitar 5 kilometer.

Setiap naik angkot selalu saja banyak orang yang tidak mau bergeser. Mereka banyaknya cuek aja  saat aku atau orang lain masuk angkot. Kalau sopir udah teriak-teriak buat geser, baru deh pada mau bergeser. Aku yakin buat para angkoters hal ini merupakan hal yang biasa. Namun pernahkah sesekali terpikir oleh orang-orang yang gak mau geser itu, berpikir atau meletakkan posisi dia sebagai orang yang baru aja masuk angkot dan gak ada satu orangpun yang mau bergeser supaya bisa duduk? Sementara biasanya sopir suka main injek gas aja, kadang gak peduli kita udah duduk atau belum. Gak jarang suka ada yg jatuh.

Aku pribadi jujur aja suka agak kesel dengan orang yang seperti itu. Kalau orang yang masih muda dan mendapat perlakukan seperti, yah masih bisa ditolerir tapi kalau ada anak kecil, orang tua atau yang membawa bayi bagaimana?

Apakah sudah tidak ada kepedulian sedikitpun pada orang lain? Kalau kita yang berada di posisi tersebut bagaimana? Aku yakin pasti kita akan merasa kesel!

Penumpang yang tak mau bergeser biasanya beralasan “saya dekat, kok!”. Haloooo dekatnya itu dimana? Perkataan jauh dan dekat itu, kan relatif.

Aku perhatikan beda sekali saat naik angkot di tahun 1990-an saat aku masih sekolah dulu. Orang-orangnya masih punya kepedulian yang cukup tinggi berbeda dengan sekarang.

Jujur aja, aku juga gak sempurna tapi menurutku gak ada salahnya kita punya sedikit kepedulian terhadap orang lain.

2 thoughts on ““Always put yourself in other people’s shoes. If you feel that it hurts you, it probably hurts the other people, too”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s