Tom Yam

Hari minggu kemaren  rasanya males buat keluar rumah. Udah dirumah males ngapa-ngapain tapi kalau buat masak aku semangat!!!!!! hehehe.. maklumlah aku sangat menyukai makan dan jajan.

Ceritanya kemaren pagi adikku ngomong pengen bikin salah satu masakan khas Thailand yaitu Tom Yam dan langsung aku katakan iya dengan syarat beli bahan-bahannya urunan mengingat keadaan kantong yang mulai menipis,hehehe.. Maklum akhir bulan nih! Apalagi buat masak Tom Yam yang biasanya  berisi seafood yang terdiri dari udang, kerang dan ikan laut lainnya memerlukan biaya yang cukup menguras kantong buat kita. Jadilah aku sedikit memodifikasi resep Tom Yam yang sudah ada. Versiku adalah…..

 

Tom Yam Ayam, Jamur dan Tahu Sutra

Bahan :

Fillet dada ayam (kurang lebih sekitar 4 ons, rebus sebentar lalu buang airnya dan potong kotak-kotak)

Tahu sutra 2 bungkus, potong-potong

Jamur merang 2 ons, cuci lalu potong jadi 2 atau 3 bagian

1 bungkus pasta Tom Yam merek adabi (bisa dibeli disupermarket)

5 sdm kecap ikan (ada di supermarket)

Garam secukupnya

Gula pasir secukupnya

1 bungkus royco rasa ayam

setengah panci air

3 lembar daun salam

10 lembar daun jeruk limau

3 batang serai (memarkan ujungnya)

4 sdm air jeruk nipis

5 buah rawit merah besar (memarkan ujungnya)

Minyak goreng untuk menumis

 

Bumbu yang dihaluskan :

5 buah cabe merah kriting

2 buah rawit merah besar

seujung jari terasi ABC

3 buah kemiri

4 siung bawang merah

1 siung bawang putih

 

Caranya :

1. Tumis bumbu yang dihaluskan hingga bumbu bener-benar matang dan harum lalu masukkan pasta tom yam dan kecap ikan. Aduk rata lalu masukkan kedalam panci berisi air.

2. Rebus air yang sudah diberi tumisan bumbu tadi bersama ayam, daun salam, daun jeruk dan sereh hingga daging ayam matang. Setelah itu masukkan jamur. Lalu masukkan tahu. Tambahkan royco, garam, gula dan air jeruk nipis.

Tom Yam Dalam Panci

3. Jangan lupa cicipi dulu, apakah rasanya sudah pas. Kalau rasanya kurang asam bisa ditambah lagi air jeruk nipisnya.

4. Jika semua bahan dan rasanya sudah pas, matikan api lalu taburkan rawit merah yang sudah dimemarkan tadi dan sajikan.

Sebagai pelengkap bisa juga ditaburi daun ketumbar (correander leaves). Selamat mencoba!!!!!!!!

Omelet mie or Pizza Mie (Noodle Omelette or Noodle Pizza)

Hari minggu harinya buat masak-masak enak. Gak usah yang susah-susah, yang gampang aja, yang penting enak! Makanan yang bakal aku kasih tau ke kalian adalah omelet mie atau pizza atau ada juga yang bilang dagor alias dadar goreng.

Resepnya sederhana, buat kamu yang gak bisa masak pun pasti bisa bikinnya. Bahan-bahannya pun sederhana. Resep ini gak beda jauh sama yang pernah ada, bedanya aku pake bawang ekstra. Yuk ah, cekidot :

Omelet Mie Ekstra Bawang

Bahan :

1 bungkus mie instan sedaaap rasa ayam bawang (rebus)

1 butir telur ayam

1 siung bawang putih cincang

1/2 siung bawang bombay iris-iris

1 batang daun bawang iris-iris

2 buah cabe rawit besar iris-iris

1/2 bungkus cornet sapi so good

3 sdm mentega palmboom

Merica

Garam

4 sdm Minyak untuk menggoreng

Caranya :

1. Panaskan wajan lalu tumis bawang putih, daun bawang, bawang bombay dan rawit dengan mentega. Tumis hingga harum dan agak layu, sisihkan.

2. Siapkan mangkuk lalu kocok telur dan tambahkan merica, garam dan bumbu yang sudah ada dalam kemasan mie instan. Masukkan tumisan, kornet dan mie, aduk hingga semua bahan tercampur rata.

3. Siapkan wajan yang sudah diberi minyak goreng lalu goreng adonan dengan api sedang hingga kecoklatan.

4. Sajikan selagi hangat dengan saos sambal botolan.

Omelet atau Pizza Mie dengan bawang ekstra

Nasmergor Ikan Asin Inside and Outside

Udah dua minggu ini setiap hari minggu keluargaku makan pake nasi merah. Awalnya karena ibuku internetan di hape-nya terus nemu kelebihan nasi merah dibandingkan dengan nasi putih dari segi kandungan gizi. http://www.hidupgaya.com/index.php?action=content&id=2009100508073822

Semenjak itu ibuku rutin beli beras merah. Dari segi rasa nasi merah mempunyai rasa yang khas dibandingkan nasi putih. Paling kentara adalah nasi merah teksturnya masih terasa serat-seratnya. Harga per kilonya masih sama seperti harga beras putih tapi tergantung kualitasnya juga. Kata papaku ada dua macam beras merah, ada yang warnanya merah banget dan ada yang warnanya agak muda alias gak terlalu merah.

Beras Merah dengan warna mencolok

 

Beras merah dengan warna agak muda/sikat

 

Terlihat kan perbedaannya. Nah, aku udah nyoba keduanya. Dari segi rasa lebih enak yang gak terlalu merah. Namun manfaatnya sama. Hanya yang berwarna merah tua biasanya dipakai untuk makanan burung. Itulah sekilas mengenai nasi merah. Sekarang aku mau kasih satu resep nasi goreng dengan menggunakan nasi merah. Yuk, cekidot!

 

Nasmergor Ikan Asin Inside and Outside

Bahan :

1 piring nasi merah dingin

1 siung bawang putih

2 siung bawang merah

2 buah cabe rawit merah besar

1 tangkai daun bawang

1 buah terasi ABC

seujung jari ikan asin jambal roti (goreng)

3 buah ikan asin tiga waja (goreng hingga garing)

1/4 sdt royco sapi

3 sdm minyak goreng

 

Caranya :

1. Tumis bawang putih, bawang merah & cabe rawit hingga harum. Masukkan daun bawang yang telah diiris-iris dan terasi. Aduk.

2. Masukkan nasi dan ikan asin jambal, tambahkan penyedap rasa. Aduk hingga rata. Angkat

3. Sajikan diatas piring bersama ikan asin tiga waja dan kerupuk.

Nasi Merah Goreng Ikan Asin Inside and Outside

4. Selamat menikmati 😉

 

Makan Ramen di Tokyo Connection Bandung

Hari Sabtu beberapa waktu yang lalu adikku baru saja selesai ujian. Dia gak ada acara dihari sabtu, akupun demikian. Iseng sepulang kerja aku ngajak dia makan diTokyo Connection (TC). Sebenernya dari kemaren-kemaren sih pengen makan disini setelah ngeliat status “chek in” seorang sahabat di Foursquare. Dari namanya yang cukup unik aku jadi penasaran pengen makan disini.

Jam 3 sore aku udah nyampe dirumah. Nunggu adzan ashar berkumandang, sholat dulu baru kita cap cus! Jujur nih, ya meskipun aku lahir di Bandung dan besar di Bandung tapi tetep masalah jalan aku suka lupa! hehe… TC terletak di Jl. Progo No. 5 Bandung. My bestfriend said that jalan Progo sebelahan sama Jonas Photo. And the worst part is aku lupa Jonas Photo itu dimana saking udah lamanya gak kesitu (hahhh…memalukan ya?). Yang aku inget Jonas itu di Jalan Banda dan jalan banda itu deket jalan Riau, jalan Riau itu daerah belakang BIP. Yasudah…

Kita datang dari arah wastukencana, arah mau ke BEC. Ke kanan BEC, lurus ke jalan Riau. Kita lurus aja….. lewatin Yogya Riau Juntion, RS. Sariningsih, terussss… jalan smpe ketemu kantor pos Jalan Banda, ……bukannya belok ke kiri kita malah terussss aja, jadilah harus muter lagi.  Setelah beberapa kali kita muter-muter coz adikku juga sama ga terlalu hapal jalan,hahahaha… akhirnya nyampe juga!

Begitu selesai parkir terlihatlah si TC ini, kelihatan dari luar tempatnya kayak kecil tapi begitu kedalam lumayan luas juga, lho!

Kita milih tempat duduk didalem yang no smoking area. Kebetulan kita berdua gak ngerokok selain itu juga kita pengen tau interiornya kayak gimana.

Tokyo Connnection Bandung

Begitu dipersilahkan oleh pelayannya kita pun mulai memesan. Konsep dari TC adalah restoran Jepang maka menunya pun berbau Jepang walaupun sebagian ada westernnya juga karena mereka menyajikan pancake, es krim, dll. Cuma mayoritas menunya ala Jepang. Menunya kayak dibawah ini cuma ini menu saat baru pembukaan, sekarang mungkin udah nambah lagi.

Beberapa Menu yang disajikan Tokyo Connection Bandung

Menu Minuman

Kita berdua memesan Chiken Karage Ramen dan Cold Ocha sebagai pelepas dahaga. Beberapa menit kemudian pesanan datang. Waw…mangkuknya besar dan lebar, lebih besar dari mangkuk ramen di Gokana Teppan (salah satu resto ala Jepang di Bandung). Hmmm…siap disantap! Yang terlihat sangat mencolok dari Ramen TC ini didalamnya di kasih cacahan wortel dan kol yang cukup banyak. Kuahnya juga cukup banyak dan rasanya kaldu ikannya cukup terasa. Yang istimewa dan enak menurutku, sih chiken karagenya yang disajikan terpisah. Ayamnya empuk banget dan juicy! Adikku juga berpendapat sama. Mungkin karena karagenya sengaja tidak digoreng terlalu garing biar ayamnya masih terasa juicy.

Makan ramen doang udah bikin perut kita full tadinya kita pengen nyobain es krimnya tapi perut udah gak muat. Hehehe… Overall kita cukup puas dengan pelayanan dan makanannya. Kapan-kapan pengen kesana lagi!

Ket : Foto yang ditampilkan berasal dari beberapa sumber karena waktu itu kita agak malu buat ngambil foto soalnya lagi rame pengunjung 😉