Menyelundupkan Keripik dan Kerupuk Pedes

Memang hidupku gak jauh dari makan, makanan dan makan-makan,hahaha

Kalau hidup tanpa cinta bakal terasa hambar, kalau aku sih, dirumah tanpa cemilan akan terasa galau! hiyyy..lebay ;P

Rasanya ada sesuatu yang kurang kalau dirumah tak ada sesuatu buat dicemil. Paling sering sih beli cemilan asin kayak keripik atau kerupuk. Dirumahku bisa ada dua sampe tiga macam kerupuk saking sukanya pada kerupuk,hehe..

Tiap bulan gak pernah ketinggalan beli keripik. Baik keripik singkong, kentang, pangsit, sumpiah, kripset, dll. Yang paling aku dan adikku suka adalah keripik atau kerupuk pedas. Entah terbawa arus perkembangan dunia perkeripikkan di Bandung jadi kita juga kebawa-bawa doyan.

Tau sendiri, kan di Bandung itu gudangnya cemilan dan bahkan banyak keripik buatan Bandung yang terkenal juga di kota-kota lain. name it, Mak Icih, Karuhun, Kribo, Mabasa, dll.

Sayangnya rasa keripik yang terkenal itu didominasi oleh rasa pedas dan kadang pedesnya itu pedes banget!!!! Karena itulah ibuku melarang aku dan adikku membeli keripik dan kerupuk pedes soalnya konsekuensinya adalah sakit peyut dan biasanya suka sedkit mengganggu aktivitas sehari-hari. Apalagi adikku itu babarian (gampang) sakit perut kalau terlalu banyak makan pedes bahkan sampe harus minum obat segala.

Saking gak bolehnya ibuku suka mengadakan inspeksi ke kamar kita masing-masing saat kita gak dirumah,hehe… alesannya sih mau beresin kamar tapi sebenernya mau ngeliat juga apa kita beli makanan yang beliau larang. Kalau lagi apes ketauan maka bakal ada laporan dari ibuku ke kita dan instruksi untuk membuangnya! Haduh..

Rasanya aku berdua kayak anak kecil but that’s our mom. Saking sayangnya sama anak2nya kali ya…hihihi.

Beberapa hari kemarin, sepulang kantor aku mampir ke toko cemilan terus beli gurilem* yang rasanya pedes banget!!! Aku beli soalnya harga per bungkusnya cuma 2 rebu perak doang! Begitu sampe rumah aku masukin ke toples dan sayangnya sehabis makan gak aku umpetin di lemari. Jadinya ketauan dan meluncurlah kata-kata : teteh itu gimana sih. Kenapa beli makanan kayak gitu terus! Kan tau itu bikin sakit perut, batuk, terus kalau kebanyakan dan keseringan makan kayak gitu ususnya bisa rusak, bisa bolong. Ibu itu kemaren baru aja nengok anak tetangga yang ususnya bolong!

Dan aku dengan santainya menghabiskan sisa gurilem sebelum aku berangkat ngantor sembari ngedengerin ibuku ceramah..Sory mom but I really really love spicy chips! hehehe ;P Tapi aku tau kok, aku gak boleh berlebihan 😉

*gurilem itu kerupuk pedes berbumbu yang kerupuknya gak digoreng pakai minyak tapi digoreng pake pasir panas. Biasanya banyak terdapat di daerah bandung dan cililin dan daerah parahyangan lainnya

Malam Minggu Makan Ramen di Ramen House Dago

Ah! weekend adalah waktunya untuk sedikit melepaskan penat dengan sedikit memuaskan hasrat berkuliner ria! hehe..

Malming tanggal 15 September 2012 kemaren kebeneran aq di sms sama salah satu sahabatku untuk nemenin dia beli baju untuk acara kantor. Dan seperti biasa habis pulang kantor langsung ketemu di BIP, as always, hehe… Udah jadi nol kilometer kita kalau mau kemana-mana pasti mampir dulu kesini. Setelah beberapa lama nyari ternyata gak nemu baju yang sesuai dengan selera sobatku.

Karena dari siang belom makan aku ngajak dia makan. Sempet bingung mau makan dimana. Sobatku nyaranin buat makan di Ramen House di Dago. Dia belum pernah makan disana, aku juga sama. Jadilah kita meluncur dari Jalan Merdeka menuju Jalan Dago, tepatnya sebelah salon Memory.

Mmm..ketika sampai kita diambilin nomor meja yang letaknya ada di meja kasir oleh salah seorang pelayan. Lalu kita memilih tempat duduk untuk dua orang. Mejanya pas banget buat dua orang. Kita pun mulai memilih menu. Daftar menunya berupa 2 kardus duplek, satu untuk menu makanan & dessert, satu lagi untuk menu minuman.

Menu minuman di Ramen House Dago

Setelah melihat menunya aku putuskan untuk memesan Tomyam Ramen, harganya Rp. 12.000  dengan kepedasan level 5 (ada level 1 sd. 5) Aku pede aja pesen level 5 karena dari pengalaman aku makan ramen rasa pedas level tertinggi masih bisa ditoleransi ;P Kalau sobatku pesen Gyu don buri Rp. 17.000. Untuk menghilangkan haus kita sama-sama pesan lemonade Rp. 10.000.

Meskipun dari namanya Ramen House anehnya disini hanya menyajikan tiga jenis ramen saja! Aku kira bakal banyak jenisnya karena namanya aja Ramen House. Buat penyuka sushi atau chiken katsu jangan khawatir, disini juga ada. Ada ice cream, pan cake dan roti panggang juga.

Beberapa menit kemudian pesanan pun datang

Tomyam Ramen

 

Gyu donburi

Pertama aku cicipi kuah ramennya, lumayan kerasa rasa tomyamnya. Pedes, asem dan ada sedikit manis. Seger. Mienya juga enak. Hanya sayang walaupun namanya tomyam yang identik dengan seafood seperti udang, kepiting,kerang atau ikan, disini gak ada sama sekali. Toppingnya hanya wortel, daun bawang dan sedikit irisan jamur kuping ;( Padahal setidaknya aku mengharapkan ada udang kecil kek, biarpun hanya sebuah atau dua buah,hehe… Oia kalau mau nambah topping kita mesti nambah Rp.5.000.

Gyu don buri ternyata gak seperti tampilan donburi di Tokyo Connection yang ditaro disemacam pot. Disini disajikan didalam mangkok seperti ramen. Namun dari isi gak jauh beda hanya rasanya entah karena gak sempet minta nyicip,hehe..

Overall…lumayanlah untuk harga segitu. Porsinya juga pas, gak kebanyakan & gak terlalu sedikit. Minumannya juga lumayan soalnya lemonadenya pake gelas gede ;P

Tadinya mau pesen dessert yaitu melted chocolate bla..bla.. ,aku lupa namanya apa tapi dari namanya kayaknya enak. Tapi kata mbanya belum ada. Sempet sedikit kecewa, terus kalau belum ada menu tersebut sebaiknya dicoret dari list atau diberi tahu sebelumnya.

Segi pelayanan, lumayan, dari segi tempat sih agak kecil & yang menonjol adalah hiasan lampion2nya aja. Cuma buat harga yang sangat murah sebandinglah dengan yang didapat 😉

Moring adalah Nama Keripik

Namanya memang belum setenar keripik singkong atau kentang. Bisa dibilang masih pendatang baru dijagad camilan,hehe…

Aku yakin beberapa diantara kalian ada yang baru mendengar namanya atau pernah memakannya atau bahkan belum pernah mendengar apalagi mencoba memakannya. Sebenernya tak ada yang terlalu istimewa dari keripik ini, malah sekilas bila kita makan moring yang rasanya asin, bentuknya mirip kerupuk mentah,hehe… Kalau yang rasa pedas bentuknya seperti keripik kebanyakan. Mau tau moring seperti apa?

Moring Rasa Pedas

Soal rasa, moring ini berbeda dengan ketempleng atau keripik yang berasal dari olahan singkong lainnya. Rasanya ya..rasa moring,hehe… Renyah, enak dan gak terlalu berminyak.

Aku makan moring baru dua kali dan itupun bukan aku beli sendiri karena di Bandung masih jarang. Moringnya oleh-oleh dari salah satu bibiku yang tinggal di Garut. Jadi yang aku makan itu Moring asgar alias asli Garut. Menurut bibiku keripik ini lagi happening di sana.

Moring Asli Garut

Kalau penasaran dan kalian kebetulan lagi main ke Garut gak ada salahnya buat beli keripik ini. Bisa dijadikan oleh-oleh tambahan dari Garut yang kesohor sama dodol, kerupuk kulit dan chocodot. Soal harga moring aku nggak tau, lupa nanya sama yang ngasih,hehe..

Selamat mencoba ;P

Kebab Ajieb Ala Kali Lima

Kalau udah gajian biasanya gatel deh kalau gak jajan, hehe… Gajiannya sih udah beberapa hari yang lalu namun baru kemaren kesampean jajan. Aku beli kebab,  namanya Kebab Ajieb, dijual di kaki lima depan Indomaret yang ada disekitar gerbang menuju komplek rumahku di Pharmindo. Aku yakin kalian juga udah pernah kan makan kebab. Soalnya sekarang banyak yang jualan dan biasanya mereka menjualnya depan minimarket kayak Alfamart, Yomart, Indomaret atau SB mart.

Harganya yang murah dan rasanya yang enak membuat makanan ini cukup digemari masyarakat termasuk aku dan ibuku. Harganya pun murah dan cukup bervariasi. Kebab Ajieb sendiri menyediakan kebab ukuran mini Rp. 8.000, sedang Rp. 10.000, super Rp. 11.000 dan istimewa Rp. 12.000. Menurut penjualnya gak ada perbedaan dalam segi filling atau isian kebabnya, yang membedakan hanya ukuran rotinya saja. Semakin besar roti otomatis semakin banyak juga fillingnya.

Kebab ukuran sedang menjadi pilihanku. Aku beli dua buah, satu untukku dan satu untuk ibuku.

Bungkusnya

Filling kebabnya gak beda jauh dengan kebab yang lain, isinya ada beberapa kerat daging sapi yang sebelumnya sudah dibakar dan diberi bumbu, lettuce, potongan tomat segar, saos sambal, saos tomat serta mayonaise. Yang bikin enak dari kebab ini karena paduan dari fillingnya yang pas, bikin seger dan gak bikin enek. Selain itu juga ramah di kantong,he!

Kebab Ajieb

Salah satu tips jika kalian makan kebab adalah, makanlah kebab selagi hangat. Jangan didiamkan dulu dalam jangka waktu lama soalnya saosnya akan meresap ke rotinya terus bikin rotinya lembek dan gak krispi.

Buat yang doyan keju sama telur gak usah khawatir karena disini menyediakan tambahan telur hanya dengan nambah Rp. 2000 sedangkan keju Rp. 2.500. Terus yang suka hot dog sama burger, di Kebab Ajieb ini juga ada. Tinggal pilih aja yang kalian suka. Selamat mencoba ;P

Selamat Lebaran!!!

Biarpun Lebaran udah lewat beberapa hari yang lalu, aku mau ngucapin Minal Aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Posting kali ini mau berbagi cerita aja selama lebaran.

Ada sedikit hal yang tak biasa dilakukan oleh keluargaku pada lebaran tahun ini. Meskipun kita gak pernah beranjak dari kota Bandung karena kita asli urang Bandung namun kita sekeluarga gak pernah sekalipun melaksanakan solat Id di komplek rumah. Setiap sehari sebelum lebaran biasanya udah ngungsi ke rumah nenek dari ibu di Ujung Berung atau dari papa di Jl. Lengkong Besar. Ibuku bilang katanya pengen sekali-kali solat Id dan salaman sama warga komplek rumah, so pas salam-salaman tetangga pada heran dan nanyain “kok tumben lebaran disini?”.

Selesai solat & salaman, aku sekeluarga saling maaf-maafan. Terus langsung menuju meja makan. Menunya sih biasa aja, standar, ketupat, opor ayam, sambal goreng kentang, tumis cabe hijau sama kerupuk. Perutpun kenyang setelah makan ketupat dan kue-kue lebaran.

 

Nastar Keju Buatanku 😉

Sebagian kue lebaran aku sendiri yang bikin, sebagian lagi yang gak sempet dibikin kita beli jadi. Salah satu kue favorit keluarga kita yaitu nastar keju. Nah kue yang satu ini gak pernah kita beli jadi selalu bikin sendiri.

Acara selanjutnya silaturahim ke rumah nenek dari papa di Jl Lengkong Besar dengan masih mengenakan kostum ala Syahrini, kalo sodara2 ku bilang begitu mereka melihat kita datang,hehe.. Kebeneran aku & adikku pake baju muslim yang modelnya sama.

Padahal untuk lebaran tahun ini, kan Syahrini gak pake model begini lagi tapi Abaya Renda Syahrini,hehe..

Tuntas bersalaman dan memberi angpao ke sodara-sodara yang masih kecil dan belum kerja maka acara makan episode 2 pun dimulai,hahaha… Kue lebaran bibiku selalu bikin penasaran. Soalnya rasanya selalu enak-enak walaupun kuenya biasa aja sih kayak nastar, kastengel sama putri salju.

Nah…saat makan siang aku dan sekitar 10 orang sepupuku (itu gak semua ikut lho! kita ini merupakan keluarga yang cukup besar. Papaku anak pertama dengan 8 adik ;D. Jadi bisa dibayangkan sepupuku pasti banyak hehe) menuju tukang bakso solo yang tiap lebaran selalu kita sambangi. Dan ternyata permirsa… ngantri juga nih di tukang bakso. Kita waiting list dulu! Maklum bakso merupakan peringkat kedua makanan terfavorit masyarakat Indonesia setelah ketupat! Bener gak? Karena tukang bakso selalu diserbu pembeli saat lebaran dan sesudah lebaran.

Berhubung perut masih agak kenyang jadi aku hanya pesen baksonya saja tanpa mie. Alasan lain sih menjaga berat badan supaya naiknya gak terlalu drastis ;P Kalau sodara2ku semuanya pesen yamin pisah yang artinya semangkuk mie dan semangkuk bakso!

Sekitar jam dua siang aku sekeluarga meluncur ke Ujung Berung, kerumah nenek dari ibuku. Dan permirsa…sekali lagi begitu selesai salaman sama nenek dan sodara2 semuanya. Tukang baksopun muncul didepan rumah nenekku. Alhasil kita pun ditawari tapi aku, ade sama ibuku menolak. Hehe..cuma papaku & sodara2 aja yang menyantap bakso.

Terlepas dari itu semua aku patut bersyukur karena alhamdulillah tahun ini masih bisa merayakan kemeriahan lebaran dengan seluruh keluargaku. Belum tentu orang lain dapat merasakan kebahagiaan yang aku rasakan.

Foto bersama nenek dari keluarga papa and the big fam. Minus keluarga yang di Semarang (miss u all sodara2 yang di Semarang). Foto diambil saat acara munggahan

Bukber at Citroengras Bandung

Kesan pertama ketika mendengar Citroengras terus terang gak familiar karena belum sekalipun aku denger kata Citroengras kalo bukan dari sobatku ling-ling yang keukeuh pengen bukber disini. Alasannya karena kata temen-temen kantornya makanan disini enak-enak. hmmm…

The Logo

Dan memang bener. Waktu bukber hari Sabtu tanggal 28 Juli 2012 kemaren tempat ini sangat memuaskan dari segi tempat, pelayanan dan rasanya pengen makan disana lagi.

Bertempat di Jl. Pangeran Kornel No. 7 (jl. Prabudimuntur), yang sumpah aku baru tahu kalau nama jalannya itu dan juga gak familiar,hehe…(dapet hasil googling). Yang pasti sih sebelah banget sama jalan layang pasupati, belakang Bank Danamon Jl. Dago. Dari Danamon belok kanan, jalan dikit maka akan terlihat Citroengras dengan eksterior bebatuan.

Kita dateng kesana jam setengah lima sore. Terus langsung nanyain tempat yang katanya udah di reserve sama ling-ling eh tahunya gak terdaftar tapi untung aja masih ada tempat yang kosong. Jadilah kita milih tempat deket jendela dan no smoking area karena Aku, ling-ling, marin sama Uci gak ngerokok.

Sekitar jam lima kita mulai memesan makanan. Mmmm..lumayan bervariasi juga sih menunya. Dari makanan khas Indonesia, Eropa sama western food. Aku sih mesen Nasi campur Bali yang merupakan salah satu menu recommended disitu. Porsinya lumayan besar, isinya nasi, sate lilit, sambal, emping, daging yang disuwir-suwir terus lawar. Hampir semua komponen rasanya pedes kecuali sate lilitnya tapi rasanya enak dan bumbu-bumbunya juga kerasa banget. Minumnya aku pesen minuman rasa leci, namanya lupa. Pokoknya dibawahnya itu ada agar2nya, pake yogurt dan garnishnya buah ceri merah. Dan rasanya enak banget!!!!!!

Nasi Campur Bali ala Citroengras Bandung

Kalau Marin sama Ling-ling pesen Nasi sapi lada hitam cuma sayang menurut makanan yang mereka pesan katanya rasanya terlalu asin tapi tetep aja makannya diabisin,hehe..Laper kali ya abis puasa

Nasi Sapi Lada Hitam dan Thai Tea

Minumannya ling-ling pesen Thai Tea, rasanya mirip teh tarik cuma ini rasa tehnya berasa banget. Kalau marin milih choco apa gitu lah, ada semprongnya dan didalemnya ada coklat chipnya. Nah..kalau Uci pesen Nasi combo yang isinya ada ayam dama daging sapi dan sambelnya pedes banget tapi enakkkk,hehehe

Nasi Combo ala Citroengras Bandung

Karena kita dateng saat bulan puasa makan mereka ngasih takjil gratis berupa es campur yang di taro dalam mangkuk kecil atau ada juga yang dapet puding.

Harga yang perlu dikeluarkan gak terlalu mahal lah. Reasonable dengan rasa makanan, servis sama tempatnya. Untuk makanan mulai harga 20.000-70.000. Minuman sih berkisar 20.000an.

Para pelayan restorannya juga ramah dan tersedia juga mushola yang cukup nyaman buat kita beribadah. Toilet sama wastafelnya juga bersih. Memuaskan!! Hehe.. tertarik buat makan disana???

Tom Yam

Hari minggu kemaren  rasanya males buat keluar rumah. Udah dirumah males ngapa-ngapain tapi kalau buat masak aku semangat!!!!!! hehehe.. maklumlah aku sangat menyukai makan dan jajan.

Ceritanya kemaren pagi adikku ngomong pengen bikin salah satu masakan khas Thailand yaitu Tom Yam dan langsung aku katakan iya dengan syarat beli bahan-bahannya urunan mengingat keadaan kantong yang mulai menipis,hehehe.. Maklum akhir bulan nih! Apalagi buat masak Tom Yam yang biasanya  berisi seafood yang terdiri dari udang, kerang dan ikan laut lainnya memerlukan biaya yang cukup menguras kantong buat kita. Jadilah aku sedikit memodifikasi resep Tom Yam yang sudah ada. Versiku adalah…..

 

Tom Yam Ayam, Jamur dan Tahu Sutra

Bahan :

Fillet dada ayam (kurang lebih sekitar 4 ons, rebus sebentar lalu buang airnya dan potong kotak-kotak)

Tahu sutra 2 bungkus, potong-potong

Jamur merang 2 ons, cuci lalu potong jadi 2 atau 3 bagian

1 bungkus pasta Tom Yam merek adabi (bisa dibeli disupermarket)

5 sdm kecap ikan (ada di supermarket)

Garam secukupnya

Gula pasir secukupnya

1 bungkus royco rasa ayam

setengah panci air

3 lembar daun salam

10 lembar daun jeruk limau

3 batang serai (memarkan ujungnya)

4 sdm air jeruk nipis

5 buah rawit merah besar (memarkan ujungnya)

Minyak goreng untuk menumis

 

Bumbu yang dihaluskan :

5 buah cabe merah kriting

2 buah rawit merah besar

seujung jari terasi ABC

3 buah kemiri

4 siung bawang merah

1 siung bawang putih

 

Caranya :

1. Tumis bumbu yang dihaluskan hingga bumbu bener-benar matang dan harum lalu masukkan pasta tom yam dan kecap ikan. Aduk rata lalu masukkan kedalam panci berisi air.

2. Rebus air yang sudah diberi tumisan bumbu tadi bersama ayam, daun salam, daun jeruk dan sereh hingga daging ayam matang. Setelah itu masukkan jamur. Lalu masukkan tahu. Tambahkan royco, garam, gula dan air jeruk nipis.

Tom Yam Dalam Panci

3. Jangan lupa cicipi dulu, apakah rasanya sudah pas. Kalau rasanya kurang asam bisa ditambah lagi air jeruk nipisnya.

4. Jika semua bahan dan rasanya sudah pas, matikan api lalu taburkan rawit merah yang sudah dimemarkan tadi dan sajikan.

Sebagai pelengkap bisa juga ditaburi daun ketumbar (correander leaves). Selamat mencoba!!!!!!!!