Makan Ramen di Tokyo Connection Bandung

Hari Sabtu beberapa waktu yang lalu adikku baru saja selesai ujian. Dia gak ada acara dihari sabtu, akupun demikian. Iseng sepulang kerja aku ngajak dia makan diTokyo Connection (TC). Sebenernya dari kemaren-kemaren sih pengen makan disini setelah ngeliat status “chek in” seorang sahabat di Foursquare. Dari namanya yang cukup unik aku jadi penasaran pengen makan disini.

Jam 3 sore aku udah nyampe dirumah. Nunggu adzan ashar berkumandang, sholat dulu baru kita cap cus! Jujur nih, ya meskipun aku lahir di Bandung dan besar di Bandung tapi tetep masalah jalan aku suka lupa! hehe… TC terletak di Jl. Progo No. 5 Bandung. My bestfriend said that jalan Progo sebelahan sama Jonas Photo. And the worst part is aku lupa Jonas Photo itu dimana saking udah lamanya gak kesitu (hahhh…memalukan ya?). Yang aku inget Jonas itu di Jalan Banda dan jalan banda itu deket jalan Riau, jalan Riau itu daerah belakang BIP. Yasudah…

Kita datang dari arah wastukencana, arah mau ke BEC. Ke kanan BEC, lurus ke jalan Riau. Kita lurus aja….. lewatin Yogya Riau Juntion, RS. Sariningsih, terussss… jalan smpe ketemu kantor pos Jalan Banda, ……bukannya belok ke kiri kita malah terussss aja, jadilah harus muter lagi.  Setelah beberapa kali kita muter-muter coz adikku juga sama ga terlalu hapal jalan,hahahaha… akhirnya nyampe juga!

Begitu selesai parkir terlihatlah si TC ini, kelihatan dari luar tempatnya kayak kecil tapi begitu kedalam lumayan luas juga, lho!

Kita milih tempat duduk didalem yang no smoking area. Kebetulan kita berdua gak ngerokok selain itu juga kita pengen tau interiornya kayak gimana.

Tokyo Connnection Bandung

Begitu dipersilahkan oleh pelayannya kita pun mulai memesan. Konsep dari TC adalah restoran Jepang maka menunya pun berbau Jepang walaupun sebagian ada westernnya juga karena mereka menyajikan pancake, es krim, dll. Cuma mayoritas menunya ala Jepang. Menunya kayak dibawah ini cuma ini menu saat baru pembukaan, sekarang mungkin udah nambah lagi.

Beberapa Menu yang disajikan Tokyo Connection Bandung

Menu Minuman

Kita berdua memesan Chiken Karage Ramen dan Cold Ocha sebagai pelepas dahaga. Beberapa menit kemudian pesanan datang. Waw…mangkuknya besar dan lebar, lebih besar dari mangkuk ramen di Gokana Teppan (salah satu resto ala Jepang di Bandung). Hmmm…siap disantap! Yang terlihat sangat mencolok dari Ramen TC ini didalamnya di kasih cacahan wortel dan kol yang cukup banyak. Kuahnya juga cukup banyak dan rasanya kaldu ikannya cukup terasa. Yang istimewa dan enak menurutku, sih chiken karagenya yang disajikan terpisah. Ayamnya empuk banget dan juicy! Adikku juga berpendapat sama. Mungkin karena karagenya sengaja tidak digoreng terlalu garing biar ayamnya masih terasa juicy.

Makan ramen doang udah bikin perut kita full tadinya kita pengen nyobain es krimnya tapi perut udah gak muat. Hehehe… Overall kita cukup puas dengan pelayanan dan makanannya. Kapan-kapan pengen kesana lagi!

Ket : Foto yang ditampilkan berasal dari beberapa sumber karena waktu itu kita agak malu buat ngambil foto soalnya lagi rame pengunjung 😉

Sepertinya Jumlah Pedagang di Indonesia Bertambah Pesat?

Tak tahulah berapa jumlah akurat pedagang Indonesia sekarang ini, pasti lebih dari satu juta, mungkin bertambah lagi mulai detik ini karena banyak temen sekolah dulu punya side job sebagai pedagang.

Aku salut sama mereka yang ditengah kesibukannya masih menyempatkan berjualan, padahal saya yakin mereka hanya sekedar cari tambahan aja, karena sebagian besar dari mereka berpenghasilan lebih dari cukup. Bahkan diantaranya ada yang berprofesi sebagai PNS yang gajinya tiap tahun selaluuuuuuu aja naik. Tanpa mandang kinerja baik atau gak! *hahaha…ngiri nih judulnya!.

Tapi ada juga yang benar-benar membutuhkan penghasilan tambahan karena gaji sebagai pegawai swasta dirasa kurang.

Bukannya apa atau gimana atau gimana apanya,hehe… Jujur aja aku agak malessss kalau ada temen lama, tiba-tiba sok akrab, tiba-tiba nelfon atau sms tapi ujung-ujungnya nawarin barang atau malah ditawarin buat jadi re-seller. Helooooooo…waktu belum jadi tukang jualan apakah anda2 semua mengingat saya???

Memang tidak ada unsur paksaan atau apa, malah terkadang kalau aku lagi perlu sesuatu dan barang yang ditawarkan memang ternyata yang aku perlukan, gak segan-segan aku beli.

Tulisan ini hanya mau ngingetin aja, kalau sama temen jangan hanya inget pas mau nawarin barang jualan tapi ingatlah selalu saat biasa-biasa aja… Dan tulisan ini aku bikin sama sekali bukan untuk mendiskreditkan pihak-pihak tertentu, peace 🙂

Angkot

Biasanya kalau berangkat kerja aku bareng papaku, kalau pulangnya kadang bareng adek kadang naik angkot. Seringnya sih naik angkot. Ritual naik angkot, menurutku bukan hanya sekedar salah satu cara atau media untuk sampai ditempat tujuan namun lebih luas dari itu.

Banyak hal yang bisa kita perhatikan dan dapatkan saat didalam angkot, apalagi angkot yang penuh penumpang dengan beragam latar belakang. Ada pelajar, orang tua, pekerja, mahasiswa bahkan orang stress atau orang gila! Berbagai macam orang bisa ada dalam angkot.

Menurut pengamatanku sekarang ini banyak sopir angkot yang ‘stress’ karena makin sepinya penumpang, jalanan rusak hingga kemacetan. Mereka seperti sangat berambisi untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya penumpang dengan mengesampingkan banyak hal penting, salah satu diantaranya keselamatan para penumpang. Beberapa sopir, mau masih muda ataupun bapak-bapak sering mengemudikan angkotnya dengan kecepatan tinggi agar cepat dapat penumpang atau mengejar rekan sesama sopir angkot agar penumpang menaikki angkotnya. Atau demi menghindari kemacetan mereka rela melawan arus, atau menghabiskan badan jalan supaya terbebas dari antrian kendaraan.

Seperti pengalamanku kemarin sore saat menaiki angkot jurusan Sadang Serang-Caringin, dia ngebut hampir sepanjang jalan karena ingin mengejar temannya dan juga dia marah karena ada penumpang yang ingin naik angkot jurusan Sadang Serang-Caringin  hanya tidak ingin menaiki angkot dia (milih-milih angkot). Dia nyetirnya kayak orang kesetanan. Saat itu didalam angkot hanya ada dua penumpang, aku sama cewek seumur aku juga. Si cewek udah ngomel tapi si sopir angkot tak bergeming!Kalau aku sendiri, diem aja sih walaupun dalam hati ngedumel.

Turun dari angkot Sadang Serang -Caringin aku masih harus naik satu kali angkot lagi, yaitu jurusan Cijerah-Sederhana. Ketika aku naik aku langsung memilih duduk di bangku untuk 7 orang. Di bangku lima orang sudah ditempati 3 orang. Dua orang posisinya agak diujung bangku duduknya sedangkan satu lagi, seorang kakek duduk dekat pintu masuk, jadi ditengah bangku mereka ada celah untuk satu penumpang. Beberapa saat kemudian ada penumpang yang naik, biarpun ada penumpang lagi, si kakek tidak mau sedikitpun bergeser, padahal dia juga turunnya masih lama.

Memang sih sekarang ini banyak orang yang tidak mau duduk diujung dekat jendela belakang, inginnya duduk dekat pintu biar gampang turun alasannya (aku juga kadang melakukan hal yang sama). Padahal kalau dipikir lagi, kita banyak merugikan orang lain jika kita tidak mau mengalah kepada penumpang yang baru naik. Orang jadi susah untuk masuk angkot, angkot akan terlihat penuh padahal diujungnya kosong yang membuat sopir suka jadi marah, kitapun akan jadi sasaran kemarahan orang lain karena perbuatan kita.  Tapi meskipun banyak kerugian yang tidak kita sadari, masih banyak saja yang berbuat seperti itu.

Wanita Perokok Aktif

Suatu malam minggu di suatu bulan di tahun 2011. Tepatnya aku gak inget kapan, aku janjian ketemuan sama temen kuiah dulu. Ling-ling sama Keju. Mulanya kita jalan-jalan di Mall setelah itu baru kita makan di Warung Ayam Pak Kolonel dari Amerika yang terletak di Jalan Dago, deket Superindo. Kalau ngaku barudak Bandung pasti taulah yang aku maksud dimana 🙂

Aku sama Keju makan, karena kebeneran kita capek and laper setelah keliling Mall tanpa beli apa2 karena kita emang lagi gak butuh apa2 sih,hehe.. Neng Ling-ling gak makan, dia hanya makan es krim sundae. Selesai makan kita nongkrong dulu disitu. Makin malam suasana makin ramai. Banyak anak muda janjian ketemuan disitu. Ada yang pacaran, makan bareng keluarga terus ada juga perkumpulan atau organisasi yang lagi ngumpul.

Aku perhatiin disekelilingku banyak cewek yang pada ngerokok. Dibelakang meja kita ada dua cewek asik ngobrol sambil udud, didepan meja kita, yang isinya kira2 ada lima orang cewek dan ada beberapa cowok, semuanya ngerorok. Kalau cowok ngerokok itu sih tak apa2, udah biasa namun yang aku lihat sekarang cewek juga udah mulai banyak yang ngerokok dibandingkan sama beberapa tahun yang lalu. Dari semua meja yang ada ceweknya, hanya meja kita dan beberapa meja aja yang gak ngerokok. Aku sendiri gak memandang rendah atau alergi terhadap cewek yang ngerokok. Beberapa temen dekat cewek aku juga ada yang ngerokok. itu sih hak asasi setiap orang, mau ngerokok atau gak.

Di Indonesia sendiri jumlah perokoknya merupakan terbesar ketiga di dunia setelah Cina dan India (Detik.com. 04/02/2011). Lebih dari 82 Juta penduduk Indonesia merupakan perokok aktif. Wanita sendiri di Indonesia yang merupakan perokok aktif berjumlah sekitar 2.1 juta orang. Jumlah ini tentunya akan terus meningkat seiring dengan sudah mulai permisifnya merokok bagi seorang wanita. Beberapa tahun yang lalu wanita merokok masih agak malu-malu tapi kalau sekarang sih, bebas-bebas aja.

Melihat dan mengetahui fakta ini aku merasa sayang aja. Karena kita semua udah tahu kalau rokok itu memiliki banyak zat berbahaya bagi tubuh, membuat kita terlihat 4 tahun lebih tua, membuat gigi kita kuning, bibir menghitam, dll. Banyak hal yang tidak menguntungkan lainnya. Namun malah banyak dari kaum kita yang makin menggandrungi rokok.

Sadar atau gak sadar, perokok aktif telah membuat kita perokok pasif (hanya menghisap asap dari perokok) kebagian kagak enaknya. Perokok pasif sendiri beresiko mengalami semua kerugian yang dialami perokok aktif.

Tapi pada akhirnya, seharusnya diciptakan rokok yang tidak berbahaya bagi perokok aktif maupun pasif. Orang yang ngarti kesehatan serta ilmuwan di dunia ataupun di Indonesia, kita harapkan bisa menciptakannya supaya kita semua senang. Si perokok masih bisa merokok & kita yang gak ngerokok pun gak akan kebagian gak enaknya! Setuju,kan?