Vintage Pyrex

Hari libur adalah saatnya menghabiskan waktu dengan keluarga, teman atau pacar. Kemaren aku habiskan waktu dirumah aja. Bangun tidur langsung cuci muka terus sarapan udah gitu kalo dirumah aku gak pernah ketinggalan nonton acara Ala Chef yang dibawain sama Farah Queen di Trans TV. Salah satu menu yang mba Farah buat yaitu Skutel Sayuran dengan menggunakan pinggan tahan panas. Selesai acara aku bilang sama ibuku kalau aku mau mempraktekan resep itu. Kebetulan aja beberapa bahannya udah ada. Aku bilang kalo mau bikin enaknya pake pinggan anti panas, Ibuku bilang sih pake pyrex (salah satu merk pinggan tahan panas terkenal). Aku urungkan niat bikin skutel dan nunggu nanti abis gajian buat beli pyrex.

Ngedenger ceritaku, ibuku teringat sama salah satu kado waktu nikah. Ibuku ngerasa pernah dapet kado mangkok merknya pyrex, memang sih warnanya gak bening seperti pyrex zaman sekarang karena ibuku nikah itu sekitar tahun 1983! hehe… Langsung deh aku ngebuka lemari tempat piring. Dan ketemu juga deh mangkok pyrex itu.

Besoknya aku googling di kantor tentang pyrex yang ibuku punya, taunya mirip sama yang ada di http://www.artfire.com/ext/shop/product_view/dandeliongirl/2778073/pyrex_spring_blossom_1_5_liter_casserole_bowl_tab_handles_green_white/vintage/retro_kitsch/housewares

pyrex_spring_blossom_1_5_liter_casserole_bowl_tab_handles_green_white_d5428926

Ahhh…tinggal praktek nih! 🙂

Advertisements

Uh..lalala…cheese cake buatan The Harvest Patissier & Chocolatier

coklat cheese cake

Uh…lalala, apakah kamu pecinta cheese cake? mmm, kalo jawabannya iya, berarti sama dong kayak aku,hehe… Foto cake diatas adalah cheese cake dari The Harvest Patissier & Chocolatier cabang Bandung. Selain di Bandung ada di Jakarta sama Surabaya. More info http://www.harvestcakes.com/home/

Kebetulan pacar adikku ultah dan adikku menjadikan beberapa slice cheese cake sebagai kue ultahnya,hehe… dan diriku juga kecipratan dapet satu slice. Udah lama banget pengen nyobain cheese cake dari The Harvest yang banyak diomongin orang-orang karena kuenya yang enak-enak.

Dan para pemirsa setelah aku coba kuenya ternyata memang enak! Rasanya creamy banget, lembut, rasa coklat sama kejunya sama-sama dominan. Namun agak giung kalau orang Sunda bilang. Giung itu kira-kira artinya rasa yang berlebihan untuk suatu makanan. Kalo yang gak suka cheese cake disarankan untuk tidak memakannya tapi buat penggila cheese cake, yang satu ini pantas dicoba.

Oia aku juga nyoba cheese cake rasa tiramisunya. Kalau kata aku sih lebih enak yang rasa tiramisunya…

Dan untuk soal harga memang diatas dari Cheese cake buatan Breadtalk dan Cizz. Kisaran harga per slicenya yaitu Rp. 20.000 tapi tergantung jenis kuenya juga sih. Kalau mau beli satu loyang secara utuh mending liat-liat dulu aja di sitenya biar kue yang dibeli sesuai dengan keinginan. Karena harga per loyangnya dihargai Rp.100.000 ke atas. Tertarik buat nyoba? 🙂

 

Obrolan Saat Sarapan

Waktu menunjukkan jam 07.15 saat aku mulai sarapan hari ini. Semuanya ada, bapa, ibu dan adeku..  Saat menikmati sarapan bapaku ngomong kaya gini “Kasian ya kalo ngeliat orang-orang yang kekurangan, gak bisa makan, kalau bisa makan juga mereka makan seadanya. Kita masih bersyukur masih bisa makan full 3 kali”. Lalu ibuku menimpali “ibu liat di tv ada satu keluarga yang makan hanya nasi dengan minyak jelantah aja. Uang mereka hanya cukup buat beli beras aja”.

Mendengar obrolan ortu, akupun memandang makanan yang sedang kunikmati sambil berkata dalam hati “bener juga, alhamdulillah banget setiap hari aku masih bisa makan dengan lauk yang aku inginkan. Tinggal bilang aja ke ibu aku mau makan apa atau kadang beli diluar. Sedangkan gak semua orang seperti aku”. Malah kalau masakan yang ibuku buat tidak seperti yang aku inginkan, aku malah suka jajan diluar.

Dari situ aku jadi inget kalimat “Jangan selalu lihat ke atas, lihatlah ke bawah”. Kalimat tersebut sedikit banyak selalu mengingatkan aku untuk selalu bersyukur atas apa yang sudah aku punya sekarang, yang terkadang suka lupa untuk bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan Nya 🙂

Simple Pizza For Lunch

Namanya aja yang gaya, Pizza! Padahal resep yang mau aku tulis sekarang adalah roti tabur, hehe… Daripada penasaran kayak apa sih yang namanya Pizza atau roti tabur ala si gw  ini, yuk kita cekidot!

Bahan :

-1 lembar roti tawar

-1 buah tomat kecil (buang bijinya lalu iris agak tipis)

-1 buah sosis sapi (iris agak tipis)

-beberapa iris bawang bombay

-1 sdm kornet sapi

-1 sdt saos sambal botolan

-1 sdt mayonaise

-1/2 sdt oregano

-1 sdt margarine

-1 siung bawang putih (geprek lalu cincang)

-keju cheddar parut untuk taburan

 

Cara bikin :

1. Tumis bawang putih & bombay hingga harum lalu masukkan kornet, sosis dan oregano. Masak hingga agak layu

2. Oles roti tawar dengan  saos sambal dan mayonaise

3. Taruh tumisan tadi diatas roti yang sudah dioles saos dan mayo lalu taburkan keju parut.

4. Panggang kira-kira 10-15 menit hingga roti kecoklatan, angkat.

5. Sajikan dengan menambahkan saos botolan lagi diatasnya dan mayonaise biar rasanya jadi sadappppp.hehehe..

 

Makanan ini aku jadikan bekal makan siang hari ini di kantor.hmmm… kayaknya nanti lagi mesti bikin dua soalnya kalo cuma satu belum kenyang! hehehe 🙂

Masak-masak yuk!

Akibat dapet uang arisan pas hari sabtu, aku bisa sedikit menyisihkan uang buat masak-masak. Bukan masak makanan yang heboh atau gimana sih, cuma bikin pan cake sama bruschetta,hehe…  Biasanya aku masak di hari minggu aja tapi kemaren, aku bikin pan cake selasa pagi dan bruschetta tadi pagi buat sarapan. Sisanya aku bawa buat lunch di kantor.

Ini pertama kalinya aku bikin pan cake. Hanya aku masih bingung membedakan antara crepes sama pan cake. Kalo menurutku sih gak beda jauh. Kalo pan cake biasanya ditumpuk terus dikasih butter/mentega terus disiram sirup maple (kalo di barat sono). Kalo crepes adonannya lebih tipis dan biasanya dikasih filling atau topping berupa saus coklat, strawberry, buah-buahan, es krim, dll.

Sehari sebelumnya, senin, aku googling nyari resep pan cake yang keliatan enak. Dan terpilihlah salah satu resep di sebuah blog.

Resepnya gini nih…

Bahan:

  • 100 gr tepung terigu
  • 250 ml susu cair
  • 1 butir telur, pisahkan putih dan kuningnya
  • sedikit garam
  • margarin untuk olesan

Topping Pancake:

  • Es Krim
  • Sirup Maple

Cara membuat pancake:

  1. Campur rata dan aduk tepung terigu, garam, kuning telur dan susu dengan ballon whisk sampai rata atau bisa menggunakan mixer dengan kecepatan yang paling rendah (kalau tidak punya ballon whisk dan mixer, bisa juga menggunakan spatula kayu)
  2. Kocok putih telur sampai kaku. Bisa menggunakan garpu maupun ballon whisk.
  3. Kemudian masukkan adonan tepung ke dalam adonan putih telur, aduk rata. Nah dalam mencampur adonan tepung dengan putih telur, bisa juga menggunakan tehnik pancing. Dengan cara mengambil sedikit putih telur dan campurkan ke dalam terigu, aduk rata. tambah sedikit demi sedikit. Kemudian baru masukkan adonan terigu ke dalam putih telur. Langkah ini untuk menghindari putih telur yang bergerindil.
  4. Panaskan teflon diameter paling kecil (yang untuk bikin telor ceplok), oles dengan margarin, kecilkan api. Bisa juga menggunakan teflon ukuran standar.
  5. Tuang adonan sekitar 2,5 sendok sayur, tutup sebentar
  6. Balik jika adonan sudah ada sedikit berpori dan sedikit mengeras pinggirnya

Yang ini resep sirup maple yang aku ambil di salah satu blog di wordpress juga.

Sirup Maple

Alat² yang dibutuhkan:
1. Panci bergagang
2. Sendok kayu

Bahan² yang harus disediakan:
1. Secangkir gula pasir
2. Secangkir gula merah
3. Secangkir air
4. Satu sendok teh ekstrak vanila
5. Satu sendok teh ekstrak maple

Cara : campur air dan gula lalu masak hingga mengental dengan api sedang. Setelah dingin masukkan ke dalam botol dan siap untuk digunakan.

Malam selasa sepulang dari kantor aku bikin sirup maplenya yang hasil akhirnya jadi sirup gula biasa aja soalnya aku gak nemu ekstrak maple seperti tertera di resep. Cuma pakai vanila pasta aja.

Esok paginya aku bikin pan cake sesuai dengan resep cuma perbedaannya aku gak pakai pan yang kecil seperti yang disuruh diresep, soalnya gak punya. Ibuku cuma punya yang gede ukuran 18 sama 25 cm. Jadi aja pan cake tapi rupanya crepes,hahaha… Namun rasanya tetep enak karena aku pakai topping pisang dan mangga potong lalu disiram sirup.

Masakan yang kedua yaitu Bruschetta makanan khas Italia yang namanya gak setenar Pizza atau spaghetti. Tadinya gak niat bikin cuma berhubung ada sisa roti prancis (baguette) di rumah jadi keingetan bikin bruschetta. Resepnya hasil googling cuma aku modifikasi sedikit.

Bruschetta

Bahan :

-Roti perancis/baguette (potong serong, jangan terlalu tebal)

-Kornet sapi 4 sdm

-Tomat merah besar (buang bijinya lalu potong kotak-kotak kecil)

-Seperempat siung bawang bombay cincang (tergantung ukuran ya. Kalo bawangnya kecil pake 1/2 nya. Kalo gede, pake 1/4 nya)

-1/4 batang keju cheddar, potong kotak-kotak kecil (enaknya sih pake mozarrela, berhubung mahal jadi aku ganti. bisa juga pake kraft quick melt)

-3 sdm mayonaise

-1/2 sdt oregano (bisa dibeli disupermarket)

-1 sdm saos tomat (kalo suka)

-1 sdm saos cabe

-1 sdt merica

– 1 sdm mentega

-1 siung bawang putih, geprek lalu cincang

Caranya :

1. Panaskan mentega diwajan lalu tumis bawang putih hingga harum. Masukkan kornet, merica & oregano. Aduk dan masak hingga matang. Sisihkan

2. Siapkan sebuah mangkok atau baskom plastik kecil, masukkan tomat, bawang bombay, keju. mayonaise, saos tomat, saos cabe dan kornet. Aduk hingga rata.

3. Letakkan campuran tadi diatas roti sebanyak 1 sdm

4. Panggang hingga roti kecoklatan.

Oiya, di resep bruschetta ini aku gak pake garam sama sekali soalnya baguettenya udah asin dan adonan juga udah asin dari keju. well…selamat mencoba 😉

Olah Raga Ternyata Bisa Mengurangi Bahkan Menghilangkan Pegal!

Hari senin yang lalu aku bangun tidur dan merasakan pegal di bagian dekat ketiak sebelah kiri. Aku berpikir rasa pegel tersebut timbul akibat posisi tidurku yang miring ke kiri dalam jangka waktu lama.  Sudah aku lakukan sedikit pijatan untuk mengurangi rasa pegal tapi gak mau hilang juga.

Akhirnya tadi pagi sehabis solat subuh aku melakukan senam aerobik ringan yang gerakannya seratus persen ngarang yang penting keringetan! hehehe.. Sebenernya dari aku masih SMA, aku rajin ngikutin acara Prima Raga tante viki burki (duh, jadul amat gak sih diriku??? ;P) senam yang ditayangkan di Antv. Kalo sekarang sih acara senamnya namanya Fresh and Fun yang dipandu Mba Veny Rose. So..biarpun ngarang abis tapi tahapan pemanasan, gerakan inti sampai pendinginan gak pernah ada yang terlewat.

Lumayan deh setelah kurang lebih satu  jam senam keringatpun banyak keluar, badan jadi seger dan rasa pegel itu hilang! Di awal senam memang terasa sakit tapi gak aku rasa dan tetap menggerakan badan, tangan serta kaki. Selesai senam pegelnya gak terasa lagi! Ini kedua kalinya aku merasa pegal dan hilang setelah selesai senam.

Sebenernya ada misi lain sih selain pengen ngilangin pegel aku juga pengen mengurangi lemak di badan soalnya udah ngerasa gendut. Kalo badan udah kerasa berat maka aktivitas pun jadi sedikit terhambat karena cepet ngerasa capek. Beda kalo kita rajin olah raga. Badan bakal seger, gak gampang ngantuk dan gak gampang terserang penyakit.

Memang sih kadang kita malessssssss banget nyisihin waktu buat berolah raga ditengah semua kesibukan. Tapi secapek-capeknya sempetkan dan niatkanlah berolah raga walaupun hanya 15-30 menit. Apalagi buat karyawan yang kerjanya banyak dihabiskan dengan duduk didepan komputer kayak aku yang sedikit sekali melakukan aktivitas fisik.

Hmmmm…..yuk, ah kita mulai olah raga!!!!! Semangatttttttt 🙂

Menyelundupkan Keripik dan Kerupuk Pedes

Memang hidupku gak jauh dari makan, makanan dan makan-makan,hahaha

Kalau hidup tanpa cinta bakal terasa hambar, kalau aku sih, dirumah tanpa cemilan akan terasa galau! hiyyy..lebay ;P

Rasanya ada sesuatu yang kurang kalau dirumah tak ada sesuatu buat dicemil. Paling sering sih beli cemilan asin kayak keripik atau kerupuk. Dirumahku bisa ada dua sampe tiga macam kerupuk saking sukanya pada kerupuk,hehe..

Tiap bulan gak pernah ketinggalan beli keripik. Baik keripik singkong, kentang, pangsit, sumpiah, kripset, dll. Yang paling aku dan adikku suka adalah keripik atau kerupuk pedas. Entah terbawa arus perkembangan dunia perkeripikkan di Bandung jadi kita juga kebawa-bawa doyan.

Tau sendiri, kan di Bandung itu gudangnya cemilan dan bahkan banyak keripik buatan Bandung yang terkenal juga di kota-kota lain. name it, Mak Icih, Karuhun, Kribo, Mabasa, dll.

Sayangnya rasa keripik yang terkenal itu didominasi oleh rasa pedas dan kadang pedesnya itu pedes banget!!!! Karena itulah ibuku melarang aku dan adikku membeli keripik dan kerupuk pedes soalnya konsekuensinya adalah sakit peyut dan biasanya suka sedkit mengganggu aktivitas sehari-hari. Apalagi adikku itu babarian (gampang) sakit perut kalau terlalu banyak makan pedes bahkan sampe harus minum obat segala.

Saking gak bolehnya ibuku suka mengadakan inspeksi ke kamar kita masing-masing saat kita gak dirumah,hehe… alesannya sih mau beresin kamar tapi sebenernya mau ngeliat juga apa kita beli makanan yang beliau larang. Kalau lagi apes ketauan maka bakal ada laporan dari ibuku ke kita dan instruksi untuk membuangnya! Haduh..

Rasanya aku berdua kayak anak kecil but that’s our mom. Saking sayangnya sama anak2nya kali ya…hihihi.

Beberapa hari kemarin, sepulang kantor aku mampir ke toko cemilan terus beli gurilem* yang rasanya pedes banget!!! Aku beli soalnya harga per bungkusnya cuma 2 rebu perak doang! Begitu sampe rumah aku masukin ke toples dan sayangnya sehabis makan gak aku umpetin di lemari. Jadinya ketauan dan meluncurlah kata-kata : teteh itu gimana sih. Kenapa beli makanan kayak gitu terus! Kan tau itu bikin sakit perut, batuk, terus kalau kebanyakan dan keseringan makan kayak gitu ususnya bisa rusak, bisa bolong. Ibu itu kemaren baru aja nengok anak tetangga yang ususnya bolong!

Dan aku dengan santainya menghabiskan sisa gurilem sebelum aku berangkat ngantor sembari ngedengerin ibuku ceramah..Sory mom but I really really love spicy chips! hehehe ;P Tapi aku tau kok, aku gak boleh berlebihan 😉

*gurilem itu kerupuk pedes berbumbu yang kerupuknya gak digoreng pakai minyak tapi digoreng pake pasir panas. Biasanya banyak terdapat di daerah bandung dan cililin dan daerah parahyangan lainnya